Perlakuan Pencatatan Cartridge Printer sebagai Persediaan

Berdasarkan Surat Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Nomor S-6478/PB.6/2015 (terlampir), pada prinsipnya, persediaan tidak dapat dilihat dari bentuk barangnya, melainkan niat awal (intention) pada saat penyusunan perencanaan kegiatan dan penyusunan RKAKL-nya, sehingga untuk barang-barang yang memang direncanakan habis pada satu kegiatan tidak dialokasikan dari Belanja Barang Persediaan dan tidak menjadi persediaan.

Suatu barang dapat digolongkan sebagai barang persediaan apabila perencanaan pengadaan barang tersebut bersifat kontinu atau berkelanjutan, tidak hanya untuk satu kali kegiatan saja. Suatu barang dapat dikategorikan sebagai persediaan bukan terbatas hanya pada satu Output Layanan Perkantoran saja, namun bisa terdapat pada output lain sepanjang memenuhi kriteria untuk digolongkan sebagai barang persediaan.

Perihal penggunaan akun, terdapat pemisahan akun belanja yang menghasilkan persediaan dan yang tidak menghasilkan persediaan. Bapak/Ibu dapat berpedoman pada Kepdirjen Perbendaharaan Nomor KEP-211/PB/2018 tentang Kodefikasi Segmen Akun pada Bagan Akun Standar.

Dalam hal dikaitkan dengan niat awal pada saat penyusunan perencanaan kegiatan dan penyusunan RKAKL, bila perencanaan pengadaan catridge/tinta/toner printer ini bersifat kontinu atau berkelanjutan, maka dapat digolongkan sebagai barang persediaan bahan untuk operasional, misalnya Barang Konsumsi (kode akun 117111) dan pembeliannya dicatat dengan menggunakan kode akun belanja barang yang menghasilkan persediaan, misalnya Belanja Barang Persediaan Barang Konsumsi (kode akun 521811).

Terkait dengan pencatatan catridge printer dalam aplikasi Persediaan dalam hal dicatat sebagai barang persediaan, sesuai dengan PMK Nomor 29/PMK.06/2010 tentang Penggolongan dan Kodefikasi BMN, pita printer dan tinta/toner printer (dapat dipersamakan dengan cartridge printer) termasuk dalam golongan Alat/Bahan Untuk Kegiatan Kantor, sub kelompok Bahan Komputer (kode barang 1.01.03.04.003 untuk pita printer atau 1.01.03.04.004 untuk tinta/toner printer).

Kesesuaian penggunaan kode akun pencatatan dan penggolongan kode barang ini hendaknya dipertimbangkan oleh Satuan Kerja dalam penyusunan RAB dan RKAKL, sehingga tidak terjadi kesalahan penggunaan kode akun pada saat realisasi belanja maupun pencatatan aset yang mengakibatkan ketidakwajaran dalam penyajian laporan keuangan.




Bagikan artikel ini:



Disclaimer

Pengetahuan yang tercantum di HAIPEDIA merupakan penerapan dari produk hukum dan dapat dijadikan sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh pihak yang berkepentingan berkaitan dengan tugas dan fungsi Kementerian Keuangan. Peraturan dan/atau kebijakan terkait dengan Kementerian Keuangan dapat berubah sewaktu-waktu. Dengan demikian, diharapkan pengguna layanan dapat mengikuti perkembangan peraturan dan/atau kebijakan terbaru di lingkungan Kementerian Keuangan.