Penggunaan Rekening Atas Nama Pribadi untuk Pembayaran SPM LS Rekanan

  1. Dalam pelaksanaan APBN, keuangan negara harus dikelola secara tertib, transparan, dan bertanggung jawab.
  2. Terkait dengan pembayaran LS kepada pihak ketiga, seyogyanya dilakukan langsung kepada rekening a.n. perusahaan/rekanan tersebut. Namun demikian, apabila perusahaan/rekanan tersebut tidak memiliki rekening, maka dapat dilakukan pembayaran kepada rekening a.n. Pemilik perusahaan/rekanan.
  3. Pada Perdirjen Nomor PER-58/PB/2013 tentang Pengelolaan Data Supplier dan Data Kontrak Pada SPAN, penyedia barang dan jasa yaitu penerima pembayaran untuk transaksi atas pekerjaan berdasarkan kontrak atau dokumen perikatan lainnya tidak dibatasi harus menggunakan rekening perusahaan. Yang perlu diperhatikan adalah :

    1. PPK harus memastikan bahwa rekening pribadi yang digunakan tersebut adalah benar-benar atas nama pihak penerima pembayaran (pemilik perusahaan) dengan melampirkan bukti pendukungnya pada SPK/kontrak;
    2. kemudian nama dan nomor rekening tersebut sesuai dengan data yang tertera pada SPK/kontrak; serta
    3. sesuai pada saat pendaftaran supplier dan kontrak  di SPAN.
  4. Sehingga PPK/PPSPM/Operator Aplikasi SAKTI/SAS perlu memperhatikan pada rekening tersebut adalah :
    1. Benar-benar atas nama pihak penerima pembayaran;
    2. Nama dan nomor rekening pada SPM harus sesuai dengan data rekening di Bank; dan
    3. Nama dan nomor rekening harus sesuai dengan data supplier di SPAN.




Bagikan artikel ini:



Disclaimer

Pengetahuan yang tercantum di HAIPEDIA merupakan penerapan dari produk hukum dan dapat dijadikan sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh pihak yang berkepentingan berkaitan dengan tugas dan fungsi Kementerian Keuangan. Peraturan dan/atau kebijakan terkait dengan Kementerian Keuangan dapat berubah sewaktu-waktu. Dengan demikian, diharapkan pengguna layanan dapat mengikuti perkembangan peraturan dan/atau kebijakan terbaru di lingkungan Kementerian Keuangan.