Belanja Modal dibawah Nilai Kapitalisasi

Sebagaimana dijelaskan didalam PSAP 07 maupun Buletin Teknis 15 terkait definisi Aset Tetap yaitu aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan untuk digunakan, atau dimaksudkan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum.


Selanjutnya telah diatur Ketentuan kategori aset tetap harus memenuhi persyaratan, yaitu :

1. Kriteria Barang yang menjadi aset tetap :

Menurut PSAP Nomor 07 tentang Aset tetap, disebutkan :

Aset tetap diakui pada saat manfaat ekonomi masa depan dapat diperoleh dan nilainya dapat diukur dengan handal. Untuk dapat diakui sebagai aset tetap harus dipenuhi kriteria sebagai berikut :

  • Berwujud
  • Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan
  • Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal
  • Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas
  • Diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan

2. Setelah terpenuhinya kriteria pada angka 1, maka syarat selanjutnya adalah terpenuhinya Nilai Satuan Minimum Kapitalisasi terhadap Aset Tetap

Sesuai yang diatur dalam PMK 181/PMK.06/2016 tentang Penatausahaan Barang Milik Negara, pasal 40 ayat (1) dan (4) yang berbunyi :

- ayat (1) Kapitalisasi BMN merupakan batasan minimum per satuan BMN untuk dapat disajikan sebagai aset tetap pada neraca

- ayat (4) Nilai satuan minimum kapitalisasi BMN :

a. sama dengan atau lebih dari Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah) untuk peralatan dan mesin atau aset tetap renovasi peralatan dan mesin

b. sama dengan atau lebih dari Rp.25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah) untuk gedung dan bangunan atau aset tetap renovasi gedung dan bangunan.


Jadi untuk dapat dikategorikan sebagai aset tetap harus memenuhi kriteria aset tetap itu sendiri dan telah memenuhi nilai minimum kapitalisasi, tidak dapat hanya memenuhi salah satu syarat saja.


Pembelian kursi dengan harga dibawah satu juta rupiah tersebut walaupun memiliki masa manfaat lebih dari 12 bulan, secara ketentuan pengakuan aset, kursi tersebut hanya memenuhi salah satu persyaratan, sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai aset tetap karena memiliki nilai satuan dibawah minimum kapitalisasi.


Atas pembelian kursi tersebut dengan pertimbangan nilai satuannya dibawah satu juta rupiah, sesuai KEP-211/PB/2018 tentang Kodefikasi Segmen Akun pada Bagan Akun Standar, dikarenakan tidak memenuhi kriteria aset tetap, maka disarankan agar pembelian kursi dimaksud menggunakan akun belanja 521111 (Belanja Keperluan Perkantoran). Dimana akun ini dapat digunakan untuk mencatat membiayai pengadaan/penggantian inventaris yang berhubungan dengan penyelenggaraan administrasi kantor/satker dibawah nilai kapitalisasi.


Sehubungan pagu anggaran pada DIPA atas pembelian kursi dimaksud adalah pagu belanja modal, agar Bapak/Ibu dapat melakukan revisi DIPA terlebih dahulu dari akun belanja modal ke belanja keperluan perkantoran. Namun apabila tidak dilakukan revisi DIPA menjadi belanja keperluan perkantoran, Bapak/Ibu tetap dapat menggunakan pagu belanja modal tersebut dengan persyaratan nilai kursi yang akan dibeli memenuhi kriteria satuan minimum kapitalisasi untuk peralatan dan mesin.




Bagikan artikel ini:



Disclaimer

Pengetahuan yang tercantum di HAIPEDIA merupakan penerapan dari produk hukum dan dapat dijadikan sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh pihak yang berkepentingan berkaitan dengan tugas dan fungsi Kementerian Keuangan. Peraturan dan/atau kebijakan terkait dengan Kementerian Keuangan dapat berubah sewaktu-waktu. Dengan demikian, diharapkan pengguna layanan dapat mengikuti perkembangan peraturan dan/atau kebijakan terbaru di lingkungan Kementerian Keuangan.