Pekerjaan Putus Kontrak

PERTANYAAN:

Satker memiliki pekerjaan konstruksi yang putus kontrak. Pekerjaan tersebut dengan metode pembayaran sekaligus dan prestasi kerja telah mencapai 80%.  Sesuai dengan Perpres Nomor 4 Tahun 2015 pasal 89 ayat 5 disebutkan bahwa
" PPK menahan sebagian pembayaran prestasi pekerjaan sebagai uang retensi untuk Jaminan Pemeliharaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Lainnya yang membutuhkan masa pemeliharaan."
Atas kontrak yang diputus tersebut dengan prestasi pekerjaan konstruksinya 80%, apakah jaminan pemeliharaan tetap dibayar.

JAWABAN:

Berkenaan dengan pertanyaan dimaksud, dapat disampaikan bahwa prestasi pekerjaan dikatakan selesai apabila telah memenuhi 100% pekerjaan sesuai kontrak / perjanjian / perikatan. Manakala prestasi pekerjaan tidak selesai 100% maka penyedia barang /jasa tersebut telah melakukan wan prestasi. Jaminan pemeliharaan dibayarkan dalam situasi manakala kontruksi fisiknya telah selesai 100%, sehingga terhadap kondisi prestasi pekerjaan tidak tuntas / tidak selesai 100%, maka jaminan pemeliharaan tidak dapat dibayarkan. Selanjutnya PPK agar mengenakan denda dan sanksi bagi penyedia barang dan jas tersebut.




Bagikan artikel ini:



Disclaimer

Pengetahuan yang tercantum di HAIPEDIA merupakan penerapan dari produk hukum dan dapat dijadikan sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh pihak yang berkepentingan berkaitan dengan tugas dan fungsi Kementerian Keuangan. Peraturan dan/atau kebijakan terkait dengan Kementerian Keuangan dapat berubah sewaktu-waktu. Dengan demikian, diharapkan pengguna layanan dapat mengikuti perkembangan peraturan dan/atau kebijakan terbaru di lingkungan Kementerian Keuangan.