Pembayaran Tunjangan Kehormatan Profesor

PERTANYAAN:

Terkait pembayaran tunjangan kinerja untuk profesor (guru besar).. selama ini pembayaran tunjangan kinerja sesuai PMK, untuk dosen adalah selisih antara tunjangan profesi dan tunjangan kinerja. Apabila tunjangan profesi lebih besar maka yang dibayarkan adalah tunjangan profesinya.

Untuk seorang profesor atau guru besar selain tunjangan profesi ada tunjangan lain yang diperoleh yaitu tunjangan kehormatan. Apakah tunjangan kehormatan boleh dibayarkan? Bukan sebagai pengurang untuk selisih antara tunjangan profesi dan tunjangan kinerja.

 JAWABAN:

 Berdasarkan pasal 14 Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 80/PMK.05/2017 Tentang Tata Cara Pembayaran Tunjangan Kinerja Pegawai Pada Kementerian Negara/Lembaga, diatur bahwa:

  1. Bagi Pegawai yang diangkat sebagai pejabat fungsional dan mendapatkan tunjangan profesi, tunjangan kinerja dibayarkan sebesar selisih antara tunjangan kinerja pada kelas jabatannya dengan tunjangan profesi pada jenjangnya.
  2. Apabila tunjangan profesi yang diterima sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) lebih besar daripada tunjangan kinerja pada kelas jabatannya, yang diibayarkan adalah tunjangan profesi pada jenjangnya. 

Pada Lambaga Admistrasi Negara (LAN) telah diatur pada pasal 15 Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 Tentang Tunjangan Kinerja Pegawai Di Lingkungan Lembaga Administrasi Negara, yaitu:

  1. Bagi Pegawai yang diangkat sebagai Pejabat Fungsional Dosen dan mendapatkan tunjangan profesi, Tunjangan Kinerja dibayarkan sebesar selisih antara Tunjangan Kinerja pada Kelas Jabatannya dengan tunjangan profesi pada jenjang Jabatannya.
  2. Apabila tunjangan profesi yang diterima sebagaimana dimaksud pada ayat (1) lebih besar daripada Tunjangan Kinerja pada Kelas Jabatannya, yang dibayarkan yaitu tunjangan profesi pada jenjang Jabatannya.

Berdasarkan ketentuan tersebut di atas, terhadap Dosen yang mendapatkan tunjangan tunjangan profesi ( satu kali gaji pokok ) atau Dosen dalam jabatan akademik sebagai profesor yang mendapatkan tunjangan kehormatan ( dua kali gaji pokok) sesuai Permenristekdikti nomor 20 tahun 2017, apabila yang diterima lebih besar tunjangan profesi atau tunjangan kehormatan maka yang berlaku adalah tunjangan profesi atau kehormatan, namun ketika lebih kecil dari tunjangan kinerja maka berhak untuk dibayarkan selisih antara tunjangan.




Bagikan artikel ini:



Disclaimer

Pengetahuan yang tercantum di HAIPEDIA merupakan penerapan dari produk hukum dan dapat dijadikan sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh pihak yang berkepentingan berkaitan dengan tugas dan fungsi Kementerian Keuangan. Peraturan dan/atau kebijakan terkait dengan Kementerian Keuangan dapat berubah sewaktu-waktu. Dengan demikian, diharapkan pengguna layanan dapat mengikuti perkembangan peraturan dan/atau kebijakan terbaru di lingkungan Kementerian Keuangan.