Uang Lembur dan Uang Makan Lembur bulan Puasa

Pertanyaan :

Apakah diperbolehkan dibayar lembur dan uang makan lembur pada bulan Puasa?

Jawab :

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 125 /PMK.05/2009  tentang Kerja Lembur dan Pemberian Uang Lembur Bagi Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER-41/PB/2009 tentang Prosedur dan Tata Cara Permintaan serta Pembayaran Uang Lembur bagi Pegawai Negeri Sipil, kepada Pegawai Negeri Sipil yang melakukan Kerja Lembur tiap-tiap kali selama paling sedikit 1 (satu) jam penuh dapat diberikan uang lembur yang besarnya sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Umum. Pegawai Negeri Sipil yang melaksanakan Kerja Lembur paling kurang 2 (dua) jam berturut-turut diberikan uang makan lembur yang besarnya ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan tentang Standar Biaya Umum.

Pada penjelasan Lampiran I PMK Nomor 32/PMK.02/2018 tentang Standar Biaya Masukan Tahun 2019 tidak ada batasan waktu pemberian uang makan lembur selain batasan maksimal pemberian uang lembur bagi PNS yang melakukan lembur selama 8 jam atau lebih, yaitu maksimal diberikan 2x uang makan.




Bagikan artikel ini:



Disclaimer

Pengetahuan yang tercantum di HAIPEDIA merupakan penerapan dari produk hukum dan dapat dijadikan sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh pihak yang berkepentingan berkaitan dengan tugas dan fungsi Kementerian Keuangan. Peraturan dan/atau kebijakan terkait dengan Kementerian Keuangan dapat berubah sewaktu-waktu. Dengan demikian, diharapkan pengguna layanan dapat mengikuti perkembangan peraturan dan/atau kebijakan terbaru di lingkungan Kementerian Keuangan.