Bentuk Pekerjaan Konstruksi yang Dapat Ditetapkan Untuk Penanganan Keadaan Darurat Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan Tim Pendukung/Pengelola Kontrak Dengan Penyedia Barang/Jasa

Bentuk pekerjaan konstruksi yang dapat ditetapkan untuk penanganan keadaan darurat berdasarkan hasil pemeriksaan bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan tim pendukung/pengelola kontrak dengan penyedia barang/jasa, yaitu sebagai berikut: a. Konstruksi darurat Pada prinsipnya penanganan keadaan darurat menggunakan konstruksi darurat, hal ini dikarenakan sifat pekerjaan harus segera dilaksanakan dan diselesaikan dengan segera karena menyangkut keamanan dan keselamatan masyarakat, menghindari kerugian negara/masyarakat yang lebih besar, dan/atau terhentinya kegiatan pelayanan publik. Contohnya: Pembangunan MCK darurat, membuat tanggul dan pengarah arus dari bronjong, hunian sementara (barak), atau pasar darurat. b. Konstruksi permanen Penggunaan konstruksi permanen diperbolehkan jika penyerahan pekerjaan diperkirakan masih dalam kurun waktu keadaan darurat atau penanganan keadaan darurat hanya dapat diatasi dengan konstruksi permanen untuk menghindari kerugian negara/masyarakat yang lebih besar dan penyelesaian pekerjaan dapat melewati masa keadaan darurat. Contoh: Bangunan yang sifatnya permanen dalam penanggulangan darurat pada prasarana sumber daya air yang rusak akibat bencana.





Bagikan artikel ini:



Disclaimer

Pengetahuan yang tercantum di HAIPEDIA merupakan penerapan dari produk hukum dan dapat dijadikan sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh pihak yang berkepentingan berkaitan dengan tugas dan fungsi Kementerian Keuangan. Peraturan dan/atau kebijakan terkait dengan Kementerian Keuangan dapat berubah sewaktu-waktu. Dengan demikian, diharapkan pengguna layanan dapat mengikuti perkembangan peraturan dan/atau kebijakan terbaru di lingkungan Kementerian Keuangan.