Tata cara pelaporan bagi Wajib Pajak yang telah memanfaatkan fasilitas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dari Pemerintah berupa kompensasi atau penggantian dengan nama dan dalam bentuk apapun

Tata cara pelaporan bagi Wajib Pajak yang telah memanfaatkan fasilitas tambahan penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dari Pemerintah berupa kompensasi atau penggantian dengan nama dan dalam bentuk apapun sebagai berikut.

  1. Pemotongan Pajak Penghasilan dilakukan dengan membuat bukti pemotongan sesuai dengan contoh format tercantum dalam Lampiran huruf D dan/atau Lampiran huruf E yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari PP 29/2020.
  2. Bukti pemotongan wajib dilaporkan pada Surat Pemberitahuan Masa Pajak.
  3. Biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan tidak dapat dibebankan sebagai pengurang penghasilan bruto. 




Bagikan artikel ini:



Disclaimer

Pengetahuan yang tercantum di HAIPEDIA merupakan penerapan dari produk hukum dan dapat dijadikan sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh pihak yang berkepentingan berkaitan dengan tugas dan fungsi Kementerian Keuangan. Peraturan dan/atau kebijakan terkait dengan Kementerian Keuangan dapat berubah sewaktu-waktu. Dengan demikian, diharapkan pengguna layanan dapat mengikuti perkembangan peraturan dan/atau kebijakan terbaru di lingkungan Kementerian Keuangan.